MBR = Membrane Bio Reactor
Merupakan teknologi pengolahan limbah cair aerobic sistem lumpur aktif dengan menggunakan bantuan teknologi membrane filtration
Merupakan teknologi termodern dan termaju masa kini yang banyak digunakan dinegara maju untuk memproses kembali air kotor untuk digunakan kembali (Water Recyled & Reuse) Pada umumnya diapliasikan dengan teknologi “Submerged Membrane” dimana satu modul membrane dicelupkan kedalam reactor
Bagaimana Sistem Membrane Bio Reactor Bekerja?
Pada Pengolahan air limbah dengan sistem aerobic, pada reaktor aerasi terdapat milyaran koloni bakteri pengurai. Jumlah bakteri pengurai pada reaktor aerasi atau Mixed Liquor Volatile Suspended Solid (MLVSS) diukur dengan satuan mg/L (ppm). Semakin tinggi jumlah bakteri pengurai pada reaktor aerasi maka semakin efisien dalam mengurai limbah. Pada sistem konvensional (menggunakan clarifier sebagai treatment pemisah/ settling bakteri) jumlah bakteri pada reaktor aerasi tidak bisa terlalu tinggi karena akan sangat sulit memisahkan antara bakteri aerasi dengan supernatanya. Berikut perbedaan menggunakan sistem konvensional (clarifer) dengan menggunakan Membrane Bio Reactor (MBR)
Sistem Konvensional (extended aeration)
- Tingkat MLSS rendah (3000 – 4000 mg/l)
- Masalah umum clarifer seperti, bulking, rising sludge, carry over dsb
- Membutuhkan area yang luas
- Membutuhkan treatment tambahan ketika mau direuse
Membrane Bio Reactor System
- Tingkat MLSS yang lebih tinggi dari sistem konvensional (mencapai 8000 mg/l)
- Pengoperasian lebih mudah dan tidak memerlukan skill operator yang tinggi
- Area relatif lebih kecil dibanding sistem konvensional
- Effluent MBR bisa langsung direuse (digunakan kembali)






Tinggalkan Balasan ke Keunggulan Membrane Bio Reactor (MBR) untuk Pengolahan Limbah Domestik – TIRTHA JAYA NUSANTARA Batalkan balasan